ADI WIDODO, PRIA ASAL BANGILAN UNTUK TUBAN MENDATANG

Adi Widodo lahir dari keluarga sederhana dan bersahaja dari pasangan H. Noeradji (alm) dan Hj. Sri Minaryati. Sang ayah yang ketika itu berprofesi sebagai sorang guru, banyak memberikan contoh dan ajaran yang hingga saat ini masih dipegang yakni, kejujuran.

Bakatnya sudah terlihat saat Ia di bangku SMPN Bangilan, lanjut ke SMA 1 Jatirogo, catatan nilai baiknya mengantarkan Adi Widodo ke jurusan fisika di akhir masa sekolah.

Selepas SMA, Adi Widodo melanjutkan belajar di Institute Technology Adhi Tama Surabaya (ITATS) jurusan Electrical Engineering dan menjadi salah satu mahasiswa yang lulus sarjana teknik di waktu yang tepat, 4,5 tahun dan sempat mendapat beasiwa pemerintah selama 4 semester.

Karir Adi Widodo

Teknik adalah bidang kerja yang konsisten digeluti Adi Widodo sampai dengan saat ini. Berjuang bersama istri tercintanya yang Asli Kecamatan Jatirogo, Tuban melewati pahit getirnya hidup merantau. Paduan ide kreatif dan mental yang kuat tanpa mengenal rasa mengeluh menjadikan dirinya berhasil menaklukan kerasnya hidup di kota Besar.

Mulai dari ide kreatif ojek panggilan yang mengunakan komunikasi penyeranta (pager) ketika itu, hingga menempa skills di dunia Oil & Gas Industry, Power Plants, Renewable Energy serta Financing Access Technology di beberapa negara di Eropa seperti Inggris, Austria, Jerman, Perancis, Italy, Belanda, Rusia dan Swiss.

Tak hanya itu, Adi Widodo juga aktif dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) DKI Jakarta sebagai ketua Hubungan Antar Lembaga Pemerintah, organisasi ini adalah binaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU).

Mengabdikan Diri Untuk Tuban

Melihat Data bahwa Tuban masuk wilayah termiskin ke-5 dari 38 kabupaten di Jawa Timur pada 2017, Adi Widodo memustuskan untuk mengabdikan diri membangun tanah kelahirannya, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kedatangannya kembali ke Tuban adalah panggilan hati yang menyiratkan jika tanah kelahirannya memerlukan tenaga dan pemikiran muda yang dimiliki untuk orang banyak. Untuk membawa semangat perubahan dengan program kerja agar Kabupaten Tuban menjadi lebih baik.

Sudah waktunya sosok muda dari Bangilan, Tuban, jawa Timur ini muncul dan mengantarkan masyarakat Tuban menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Yang kumiliki hanya tekad kuat dan niat baik, semua ini semata-mata hanya meneruskan cita-cita leluhurku. Yang kutahu, Tuban dulu besar dan digdaya, Tuban tidak butuh penguasa tapi Tuban butuh pemimpin yang punya hati untuk bekerja dengan tulus. Gagasan visioner diperlukan untuk menghadirkan perubahan signifikant dengan program bukan hanya sebatas wacana, harus kongkret agar bisa di rasakan masyarakat secara luas. ” Ujar Adi Widodo.

Working Experience

2019 – Present : Founder Yayasan Dompet Peduli Dulur Tuban
2018 – Present : PT. Langit Data Nusantara (PesantrenKita Database & Digital) As Director
2018 – Present : PT. Langit Biru Kita (Creative Design, Digital Advertizing, EO) As President Commisariess
2015 – 2016 : PT. Arkon Milcom Indonesia (Telecommunication Bussiness) As Director
2013 – 2015 : PT. Green Global Indonesia (MICE – Event Organizer) As Commisariess
2011 – Present : PT. Interindo Adi Mandiri (Equipment for Energy Support) As President Commisariess
2005 – Present : PT. Interlab Sentra Solutions Indonesia (Petroleum Lab Inst) As Founder & CEO
2001 – 2005 : PT. Bagus Triantho Putra (General Trading Div. Oil & Gas) As Technical Support to Sales & Service Manager

(Adm)

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sarana Cuci Tangan terpasang di Pasar Bangilan dan Pasar Ngrojo untuk hadang covid-19

Sen Mar 23 , 2020
Profesor Sally Bloomfiled dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine mengatakan, mencuci tangan bisa menjadi hal kecil yang dapat menghentikan penyebaran virus corona. Mencuci tangan memang tidak akan 100 persen menghilangkan risiko tertular virus corona. Namun cara ini tindakan yang paling masuk akal dan paling disarankan. Sebab kita tidak […]