Jum’at Silaturahmi, Belajar Peduli dusun Banjar Melati, Banjarworo

5 Keluarga yang kami dolani.

Jum’at, 11/06/2021 Sobat Bangilan kembali mengadakan kegiatan “Jum’at Silaturahmi, Belajar Peduli”. Kali ini Sobat Bangilan bersilaturami kepada lima keluarga didusun Banjar Melati, desa Banjarwowo kecamatan Bangilan. Kelima keluarga tersebut satu di RT.01/14 yaitu mbah Sampek dan mbah Srikah dan sisanya ada di RT.02/14 yaitu mbah Wiji Rasit, mbah Sringah dan mbah Sopiyah.

Kang Edi dan kang Aj saat menyerahkan oleh-oleh dari kami saat silarturahmi

Silaturahmi ke Ibu Wiji Rasit benar-benar mengaduk aduk perasaan kami, ibu kelahiran 19 Maret 1959 ini sakit stoke dengan didampingi seorang suami yang tuna rungu. 10 anak yang dilahirkan kini ada 5 orang yang masih hidup, 2 diantaranya sudah berkeluarga dan yang terkecil baru saja selesai di khitan massal.

Mbak Erna saat berbincang dangan Ibu Wiji

Keluarga yang hanya mendapat bantuan PKH ini sebenarnya ingin mengobatkan ibu Wiji, dengan bekal kartu BPJS Kesehatan PBI APBN ini tidak berani berbuat banyak karena keterbatasan biaya hidup dan akomodasi saat berbat. Kepada kami beliau sebenarnya ingin sembuh dan bisa bekerja, karena memikirkan anak-anaknya yang masih kecil. Beliau berharap ada dermawan yang bersedia membantu biaya pengobatnnya.

Pak Maskin dan Bu Ida saat menyerahkan oleh-oleh dari kami saat silarturahmi

Semua keluarga yang kami datangi terlihat sekali aura bahagia diwajahnya, mereka berseri – seri bahkan ketika kami pamit untuk pulang seakan dicegah dengan menahan tangan kami saat bersalaman. Memang apa yang kita bawa untuk bersilaturahmi dengan mereka tidaklah bisa memenuhi harapannya, tapi setidaknya bisa sedikit menghibur dan meringankan beban mereka.

Kang Adi dan mbak Nurul saat menyerahkan oleh-oleh dari kami saat silarturahmi

Kondisi seperti inilah sebenarnya yg membuat kami ingin terus hadir untuk orang-orang seperti beliau. Meskipun bantuan yg kami berikan tidak seberapa, setidaknya kami bisa membantu menguatkan semangat dan optimisme mereka dalam menjalani takdir Tuhan.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *