Ke Dusun Kwasen, Pada Sakit Semua

Ke Lima Keluarga di dusun Kwasen, desa Kumpulrejo yang kami datangi.

Jum’at, 09/07/2021 Sobat Bangilan kembali mengadakan kegiatan “Jum’at Silaturahmi, Belajar Peduli”. Kali ini Sobat Bangilan bersilaturami kepada Lima keluarga di dusun Kwasen, desa Kumpulrejo kecamatan Bangilan. Ke Lima keluarga tersebut adalah mbah Tarsimah, mbah Waginah, mbah Basih, mbah Karsi dan mbah Darmani.

Dusun Kwasen yang merupakan wilayah desa Kumpulrejo dengan 53 KK dan masuk wilayah dusun Kwasen desa Kumpulrejo ini harus melewati WIlayah kecamatan Singgahan, Karena belum ada jalan desa yang menghubungkan langsung ke Pusat desa Kumpulrejo. Selain Wilayah yang terpisah dengan Desa Kumplrejo dan harus lewat wilayah Singgahan, jalan menuju dusun ini juga harus melewati perbukitan kapur khas Tuban. Jalan yang naik dan turun dengan pemandangan Alam yang sangat indah, dan merupakan puncak tertinggi di wilayah ini. Jalan menuju ke Kwasen cukup mulus meskipun beberapa jalan, aspalnya sudah mulai terkelupas dan menyisakan bebatuan yang labil, namun secara umum jalan cukup baik dan layak dilalui.

Salah satu keluarga yang kami datangi, Tetap Jaga Prokes saat memberikan Oleh-oleh saat SIlatrahmi

Dengan Bantuan mas Edi Susanto tokoh pemuda setempat, kegiatan Jum’at Silaturahmi belajar peduli ini cukup mudah. Mas Edi bersedia mendampingi kami bersilaturahmi ke semua warga yang ingin kami dolani, beliau dengan sabar dan telaten mengantarkan kami ke rumah warga yang ingin kami datangi satu persatu.

Dalam suasana pancaroba dan fenomena bediding serta dimasa pandemi seperti ini, hampir semua warga sakit flu ringan dan disertai dengan sendi sakit semua. Beberapa warga desa juga menatap kami dengan penuh tanya, karena mereka semua pada takut kalau kami petugas kesehatan yang akan vaksin mereka. Namun setelah mas Edi berkomunikasi dengan mereka akhirnya mereka menerima kami dengan hangat. Selain bersilaturahmi kepada lima keluarga di kwasen, kami juga membagikan Nasi Jum’at kepada warga sekitar, nasi jum’at ini rutin diberikan donatur setiap jum’atnya untuk kami bangikan.

disela kegatan juga membagikan Nasi Jum’at dari donatur kepada warga sekitar

Mbah Karsi yang pertama kali kami temui secara spontan beliau bilang “aku arep diapakne”, setelah team bersama mas Edi menjelaskan akhirnya beliau menerima kami dengan hangat, selebihnya kegiatan kami tanpa kendala apa-apa dan bisa dilaksanakan dengan cepat. Karena kegiatan ini juga tetap menggunakan protokol kesehatan, sehingga dilakukan komunikasi seperlunya saja. Memang apa yang kita bawa untuk bersilaturahmi dengan mereka tidaklah bisa memenuhi harapannya, tapi setidaknya bisa sedikit menghibur dan meringankan beban mereka.

Keindahan bukit kwasen.

Kondisi seperti inilah sebenarnya yg membuat kami ingin terus hadir untuk orang-orang seperti beliau. Meskipun bantuan yg kami berikan tidak seberapa, setidaknya kami bisa membantu menguatkan semangat dan optimisme mereka dalam menjalani takdir Tuhan.

Kegiatan diakhiri dengan menikmati pemandang sore yg indah diatas puncak bukit kwasen bersama team, dan benar saja sunset disana ga kalah indah dengan tempat wisata Klumpit park atau Malang sekalipun, namun sayang tidak dikelola sebagai tempat wisata. (kin)

admin

Belajar Peduli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sobat Bangilan Berikan Bantuan Warga Isoman Kurang Mampu

Ming Jul 18 , 2021
PANDEMI belum berakhir, bahkan dalam beberapa pekan terakhir kasus Covid-19 mengalami lonjakan. Sejumlah rumah sakit dan puskesmas di bebarapa daerah kewalahan melayani pasien dengan gejala Covid-19. Seiring dengan melonjak jumlah pasien Covid-19, banyak rumah sakit tak lagi bisa menerima pasien. Bahkan tak sedikit mereka yang positif terpapar Covid-19 dengan tanpa gejala […]