ACARA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI DESA BATE

Sholallahu ‘ala Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam, Sholallahu ‘ala Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam”

Gema Sholawat berkumandang keseluruh penjuru Desa Bate. Suasana hiruk pikuk aktivitas manusia dengan keseharianya, berubah terfokus pada sumber suara Sholawat berkumandang.

Ya. Hari Sabtu tanggal 6 November 2021, Masjid Nurul Huda, satu-satunya Masjid yang ada di Desa Bate mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut terkesan sangat spesial. Karena setelah kurang lebih 10 tahun Masjid Nurul Huda tidak mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad secara meriah dengan gemerlap lampu-lampu & panggung yang bisa dibilang megah. Dan malam itu Masjid Nurul Huda didukung oleh Madin Nurul Huda, Jamaah Sholawat Nurul Iman, Karang Taruna Desa Bate, tokoh masyarakat, sesepuh, kyai-kyai dan segenap masyarakat Desa Bate, mempersembahkan acara peringatan Maulid  Nabi Muhammad SAW secara meriah & megah. Sinergitas unsur-unsur kemasyarakatan tersebut sukses menarik atensi masyarakat Desa Bate dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehingga mereka semua berbondong-bondong datang menghadiri acara Maulidurrosul  tersebut.

Rangkaian kegiatan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda Bate

Acara yang diawali dengan kegiatan pengobatan alternatif geratis oleh LDNU Tuban pada siang harinya, telah menghadirkan energi positif bagi masyarakat Desa Bate. Terlebih pada puncak acara yang berlangsung pada malam harinya, yang dibuka dengan bacaan Qiroah ayat suci Al-Qur’an oleh santriwati Madin Nurul Huda, Rahma Afifatul Azmi, dan dilanjutkan dengan bacaan kitab Maulid Simtudduror serta senandung Sholawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW dengan iringan musik hadroh yang dipimpin oleh Bapak Sukro selaku pimpinan Jamaah Sholawat Nurul Iman  dan dilanjutkan denagan mau’idhoh hasanah oleh Gus Wahab Hasbullah dari Singgahan Tuban, semakin membuat masyarakat desa Bate bersemangat dalam mengikuti serangkaian kegiatan acara peringatan Maulid  Nabi Muhammad SAW tersebut.

Mauidhoh Hasanah Gus Wahab

Sedikit ilmu yang disampaikan oleh Gus Wahab dalam ceramahnya,  meskipun dikemas secara ringan dan santai, dengan celetukan-cetukan lucu,  tak mengurangi kualitas dari ilmu yang disampaikan serta tak mengurangi kekhidmatan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW malam itu. Raut wajah sumringah orang-orang yang hadir pada acara malam itu seolah menandakan merasuknya ilmu yang disampaikan oleh Gus Wahab ke dalam relung hati mereka.

Gus Wahab menyampaikan bahwa untuk selamat ketika kelak menghadapp Allah SWT di Yaumil Akhir, kita tak wajib menjadi manusia yang pandai, pintar, bahkan jenius. Cukuplah menjadi manusia yang baik dan bener. Bener dalam bersmasyarakat dengan sesama manusia, bener dalam mengelola & memanfaatkan lingkungan dan alam, bener dalam bekerja dan mencari nafkah, serta bener dalam bertaqwa dan beribadah kepada Allah SWT. Karena menurut Gus Wahab, kelak di hadapan Allah, seunggul-unggulnya manusia yang pintar lebih unggul manusia yang baik dan bener ketika menjalani kehidupannya di dunia. Lebih baik tidak pintar tapi baik dan bener, daripada pintar tapi keblibger alias tidak bener. Karena manusia yang pintar tapi tidak bener hanya akan membuat kerusakan di muka bumi. Sedangkan manusia yang meskipun tidak pintar tapi bener, InsyaAllah  akan mendatangkan berkah dan rahmat Allah SWT yang melimpah ruah bagi dirinya, manusia lain serta bagi alam semesta.

Puncak acara maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda Bate

Gus Wahab melanjutkan. untuk menjadi manusia yang bener kita harus memilili tiga unsur. Beliau menyebutnya tiga nur Allah. Yaitu nur hidayah (petunjuk), nur inayah (hasrat melakukan kebaikan), dan nur kifayah (rasa selalu mengingat Allah di segala kondisi) . Dan salah satu cara untuk mendapatkan atau memperoleh ketiga nur Allah tersebut adalah dengan istiqomah hadir dalam setiap  acara maulid. Karena disetiap sholawat serta puji-pujian kepada kekasih Allah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW yang dikumandangkan pada acara-acara maulid  akan mendatangkan berkah yang sangat luar biasa kepada setiap manusia dan alam semesta. Maka dengan sendirinya hati atau qolbu setiap manusia akan diisi dengan cahaya-cahaya Allah SWT, sehingga menjadikannya manusia yang baik & benar. Beliau juga menambahkan, teruslah istiqomah bersholawat dan memuji Nabi Muhammad SAW meskipun kita tidak mengetahui arti dari kata atau kalimat yang kita baca atau kita ucapkan. Karena dalam memberikan hidayah-Nya kepada setiap manusia, InsyaAllah Allah SWT tidak menunt kita untuk tau setiap hal. Melainkan cukup dengan istiqomah, bersungguh-sungguh, dan ikhlas dalam melakukan setiap hal.

Puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dimulai sehabis Isya sampai selesai hampir jam 11 malam itu, secara tidak langsung telah memunculkan energi baru, semangat baru, dan pemahaman baru dalam berkehidupan bagi setiap orang yang hadir.

Semoga kesuksesan dan kemeriahan  acara pada hari dan malam itu bisa terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Dan semoga Allah SWT selalu menuntun kita ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang diberi nikmat, bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula  jalan yang sesat. Dan semoga juga dengan bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, kelak kita akan mendapatkan syafaat  dari Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir.

Allahumma Sholli’ala Muhammad.… (Can’s)

admin

Belajar Peduli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jum'at Silaturahmi, Belajar peduli, Part. 31.

Jum Nov 12 , 2021
Jum’at, 12/11/2021 Sobat Bangilan kembali mengadakan kegiatan “Jum’at Silaturahmi, Belajar Peduli” Part. 31. Kali ini Sobat Bangilan bersilaturami ke dusun Jantur desa Banjarworo Kecamatan Bangilan, kepada lima keluarga didesa tersebut. Mereka adalah mbah Kasbi, mbah Suyati, mbah Suwarti, mbah Sujono dan mbah Samin. Dusun Jantur desa Banjarworo terletak paling barat […]