Dokter yang Ramah dan Santun Itu Telah Meninggalkan Kami

Dokter Adi Mursito meninggal tanggal 08/08/2021

Dunia kesehatan di Indonesia kembali dirundung berita duka. Bertambah lagi satu dokter terbaik Tanah Air yang gugur akibat terpapar virus Covid-19. Kali ini, seorang dokter, sekaligus Kepala Puskesmas Bangilan, Kabupaten Tuban kehilangan nyawanya saat berjuang di tengah pandemi ini.

Dokter yang meninggal dunia tersebut adalah dr. Adi Mursito. Beliau meninggal dunia di RSUP. Dr. Soetomo Surabaya, Rabu (4/8/2021), setelah dirawat di sana karena terkonfirmasi Covid-19.

Segenap warga Bangilan turut menyampaikan duka cita dan ikut kehilangan dokter yang terkenal santun dan ramah tersebut. “Sepanjang yang saya tahu pasien-pasien almarhum juga puas atas pelayanannya. Wajar kita semua sedih di tinggal kepergian almarhum,” kata Maskin ketua Sobat Bangilan dan juga stafnya di Puskesmas Bangilan

“Kami kehilangan panutan hebat. Seorang dokter, pemimpin, sahabat dan teman diskusi yg sangat baik, serta tidak pernah menggurui tetapi mengajari kami dengan tingkah lakunya sehari-hari.” tambahnya

“Dengan kejadian ini, kami meminta masyarakat Bangilan untuk tetap melakukan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas,” lanjutnya.

Sebab, jika masyarakat masih abai dalam protokol kesehatan, maka berisiko pada kenaikan kasus dan akan terjadi eskalasi kasus dengan jumlah yang besar. “Itu juga akan berisiko pada dokter dan tenaga medis kesehatan, khususnya dari paparan virus itu sendiri,” Pungkasnya.

Kenangan, saat anggota Sobat Bangilan menyerahkan Masker Kain kepada dr. Adi Mursito (Baju Merah) pada awal pandemi Maret 2020

Ucapan Duka Netizen

Wafatnya dr. Adi Mursito juga mendatangkan duka bagi sejumlah netizen yang pernah berkomunikasi bahkan dirawat olehnya. Sejumlah ucapan belasungkawa disampaikan lewat media sosial Facebook, intagram maupun WA Grup Sobat Bangilan

Foto Beberapa tahun lalu Dokter Adi Mursito Bersama Keluarga

Salah satunya akun dengan nama Ikhwan Bim Syariah. Menurut Ikhwan, dia pernah ketemu dr. Adi Mursito saat Umroh beberapa tahun lalu dan Ibunya pernah menjadi pasien dr. Adi Mursito. “Beliau orang baik, waktu umroh juga ketemu beliau di mekkah, biasa aku telpon tanya obat klo aku sedang sakit, terakhir merawat ibukku yg sedang sakit dipuskesmas selamat jalan dokter adi mursito, smoga husnul khotimah, diampuni segala dosanya…aminnn” komentar Ikhwan di grup Facebook Sobat Bangilan

Grup Whatsapp Sobat Bangilan juga tak kalah ramai mendoakan kepergian dr. Adi Mursito. Camat Jenu, yang dulu Camat Bangilan, Bapak Moh. Maftuchin Riza yang masih tergabung di grup WA juga menyampaikan belasungkawa “Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun, Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Almarhum mengampuni dosa dan khilaf nya… Keluarga yg di tinggal diberikan ketabahan kekuatan kesabaran dan keikhlasan… Al-Fatihah… Aamiin….” tulisnya di komentar grup.

Foto Putra Putri Beliau Tahun 2021

Ibuu Hj. Anim kepala SDIC Assalam menuliskan “Ya Allah Mugi-2 Bpk dr Adi Mursito pinaringan maghfirah saking Allah S.W.T lan dipun trampi sedoyo amal saenipun, Beliau orang baik…. Mugi-2 dipun tempataken dateng tempat engkang sae dateng Surganipun Allah S.W.T….”

Beda lagi dengan ibu Siti Rohani, beliau mengirim voice note dengan menangis bahwa “beliau tidak percaya dan tidak bisa membendung air mata, merasa kehilangan sekali. Begitu baiknya dokter Adi Mursito, sehingga banyak keluarga dan tetangganya yang dibantunya”, beliaunya dokter yg sangat bijak dan dermawan semoga segala dosa2nya di ampuni,dan amal ibadahnya di terimaNya, lanjutnya di komentar WA grup.

admin

Belajar Peduli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Silaturahmi ke Bate Kidul Desa Bate

Jum Agu 6 , 2021
Jum’at, 06/08/2021 Sobat Bangilan kembali mengadakan kegiatan “Jum’at Silaturahmi, Belajar Peduli”. Kali ini Sobat Bangilan bersilaturami di dusun Bate Kidul desa Bate Kecamatan Bangilan. Sobat Bangilan bersilaturahmi kepada lima keluarga disusun tersebut. Ke lima keluarga tersebut adalah anak Vino/Vika, mbak Sami, mbah Mi Kopok, mbah Tun dan mbah Rasemi. Hampir […]