Jum’at Silaturahmi, Belajar Peduli Part. 73

“Hidup itu pemakluman, ada yang harus memaklumi, ada yang harus dimaklumi. Karena semua tidak sama, kalau sama namanya kembar. Sedangkan dalam kehidupan itu tidak dapat dipaksakan untuk kembar, melainkan segala sesuatu yang ada di dunia itu berpasang-pasangan untuk keberimbangan…”

Pada hari Jum’at, 23 September 2022 Sobat Bangilan kembali mengadakan kegiatan “Jum’at Silaturahmi, Belajar Peduli” yang ke 73. Kali ini Sobat Bangilan hanya bersilaturami ke satu keluarga didekat basecamp saja, didusun Pulut, desa Bangilan. Itu disebabkan karena hari ini bersamaan dengan kegiatan Besti (Bumdes Festifal) yang digelar di Lapangan 17 Agustus Bangilan dan Sobat Bangilan ikut serta diundang sebagai peserta dan menadapatkan tenda kerucut.

Mbah pah, Saat kamu doalni dirumahnya

Mbah Sarmin dan mbah Pah, pasangan suami istri ini yang kami dolani saat kegiatan Jum’at silatuahmi part 73 kemarin. Beliau saat ini tinggal berdua dan karena sudah sepuh mereka cenderung tidak bekerja. Mbah Sarmin dulu yang tukang kayupun sekarang sudah tidak mampu bekerja lagi dan mbah Pah sudah jarang mendapat panggilan memijat lagi.

Sobat Bangilan selalu menggunaan metode kegiatan mendatangi, menghampiri, door to door, BERSILATURAHMI ke semua keluarga yang akan didolani. Selain untuk bersilaurahmi kita juga ingin mendengar keluh kesah tentang keluarga yang kami dolani. Dan kegiatan ini selalu disambut dengan hangat oleh warga juga dulur-dulur Sobat Bangilan di dusun tersebut dan salah satu dari mereka akan menemani juga mengantarkan kami ke semua keluarga yang kami dolani hingga acara selesai.

Saat mereka kami dolani selalu menunjukkan wajah berseri – seri bahkan ada beberapa yang terisak haru, sehingga kami asyik bercerita tentang kehidupan dan banyak hal layaknya teman lama dan tak terasa waktu sudah hampir senja. Sementara kami harus terus berkeliling door to door untuk menghampiri dan bersilaturahmi ke keluarga yang lain.

Kondisi seperti inilah sebenarnya yg membuat kami ingin terus hadir untuk mereka, meskipun bingkisan dan oleh-oleh yang bisa kami berikan tidak seberapa, namun setidaknya kami bisa membantu untuk menguatkan semangat dan optimistis mereka salam menjalani takdir Tuhan. (adm)

admin

Belajar Peduli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jum’at Silaturahmi, Belajar Peduli Part. 71

Jum Sep 9 , 2022
“Aku melangkah dengan kakiku sendiri, bukan berarti aku berjalan sendiri. Aku masih membutuhkan orang lain, seperti halnya jika aku melewati sungai yang panjang, aku tak akan mampu jika tanpa jembatan. Aku hidup masih membutuhkan orang lain. Begitulah manusia, bila semua kekuatan disatukan, pasti akan membuatmu lebih tangguh menghadapi rintangan. Bukan […]