Kerajinan Anyaman Bambu yang mati suri

Pengrajin Anyaman yang masih menekuni usahanya

Kerajinan tangan dari bambu adalah perwujudan dari kreativitas yang dilakukan dengan memanfaatkan batang bambu. Yang sangat ramah lingkungan daripada bahan plastik maupun rotan sintesis.

Menganyam bambu menjadi salah satu mata pencaharian warga Dusun Bendo Desa Sidokumpul kecamatan Bangilan. Di dusun ini awalnya terdapat banyak pengrajin Anyaman bambu seperti Rinjing, wakul, tompo, ikrak, keranjang buah dan lain sebagainya.

Cikrak, Hasil kerajinan Bendo

Namun semakin hari para pengra semakin sedikit pula para pengrajin ini, faktor utamanya karena pekerjaan ini tidak menarik lagi bagi mereka karena tidak adanya dukungan usaha mereka dengan cara membelinya dan menggunakan produk-produknya…

RInjing ini pernah jaya dimasanya

Sekarang usaha ini sudah ga bisa jadi penopang kebutuhan hidup, sepi kalaupun ada tengkulak harganya murah sekali, ga cucuk dengan prosesnya kata Mualif, mantan pengrajin ikrak di bando

Semoga ke depannya, anyaman bambu ini tetap diminati oleh masyarakat dan tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari para pengrajin… (Kin’s)

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Belajar Kereaktif

Sel Jan 21 , 2020
Sebagian orang pernah berkelakar mengenai asal kata “kreatif”… Kata mereka, kreatif berasal dari kata “kere” (gembel; miskin) dan “aktif”… Meski berkelakar, mungkin memang tepat jika mereka mengamati usaha keras kita dalam menghidupkan komunitas. Kelakar mereka mengenai “kere-aktif” bukanlah hal baru yang “menimpa” komunitas kita. Dengan kesadaran dan kesabaran pada diri […]