Mengenal Tradisi “Mendarat” yang Mulai Menghilang

Salah satu Kegiatan Mendarat

MENDARAT merupakan tradisi para tetangga membantu tetangganya yang mempunyai hajat. Biasanya tradisi mendarat ini berlangsung saat hajatan besar seperti pernikahan, sunatan dan hajatan lainnya. Para tetangga akan datang ke rumah orang yang mempunyai hajat dan membantunya mempersiapkan acara hajatan.

Mendarat ini biasanya dilakukan beberapa hari menajelang hari H kegiatan. Dalam tradisi ini biasanya mereka membuat beberapa makanan tradional seperti kembang gula, wajik, kucur, onde – onde, tape ketan dan makanan tradisional lainnya. 

Kemudian menjelang hari H mereka mulai membuat makanan. Biasanya mereka membagi tugas seperti memarut kelapa, menghaluskan bumbu, meyiapkan bumbu masak dan memasak makanan. Mereka membagi tugas sesuai dengan keahlian dan kemampuan mereka.

Membuat Aneka Jajanan Tradisional saat mendarat

Menjelang tengah hari, biasanya mereka istirahat untuk makan siang. Ada yang kemudian pulang dan ada pula yang melanjutkan untuk membantu hingga sore. Kemudian esok harinya mereka akan kembali membantu mereka yang punya hajat hingga hari H. Para tetangga ini biasanya datang sendiri tanpa perlu diminta.

Mereka menyadari akan tanggung jawabnya sebagai tetangga yang harus membantu ketika tetangga lainnya membutuhkan bantuan. Dan begitu juga sebaiknya jika nanti tetangga lainnya membutuhkan mereka pun akan datang untuk membantu.

Tradisi mendarat masih begitu lekat di pedesaan. Ini menjadi sebuah tradisi yang mengasyikkan dan menynangkan. Dulu waktu kecil saya pernah mengikuti kegiatan ini dan merasakan sebuah rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang begitu luar biasa. Yang paling mengasyikkan bagi kami anak-anak kecil adalah makan bareng dengan anak-anak pendarat lainnya. Tradisi mendarat tidak hanya soal membuat makanan dan minuman tetapi lebih dari itu. 

makan bersama anak-anak pendarat lainnya

Di sini mereka bisa saling bertukar informasi dan koordinasi antara yang satu dengan yang lainnya. Kerja sama antar tetangga dalam tradisi mendarat ini menunjukkan adanya kepedulian antar tetangga.

Karena di sini mereka saling membantu dan bekerjasama agar acara yang akan dilaksanakan nanti bisa sukses. Tradisi mendarat juga meringankan beban yang mempunyai hajat. Bantuan dari para tetangga tentu sangat membantu menghemat materi yang dikeluarkan. Selain itu, para tetangga juga bisa ikut mengarahkan hal-hal yang mungkin diperlukan.

Kegiatan mendarat ini juga sebagai sarana bertukar informasi. Misalnya saja si A baru pertama kali menggelar acara pernikahan dan banyak yang beum dia tahu. Tentu dia akan kebingungan. Dengan adanya tradisi mendarat ini tentu para tetangga yang membantu akan mengarahkan bagaimana melakukannya.

Persiapan masak untuk acara hajatan

Tradisi mendarat yang sudah berjalan secara turun temurun ini menunjukkan semangat gotong royong yang dilandasi dengan keikhlasan dan ketulusan membantu tetangga mereka yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan adanya semangat kekeluargaan yang ada di dalam lingkungan tersebut. Semangat untuk membantu sesama tanpa pamrih.

Namun tradisi mendarat ini mulai memudar dan mungkin suatu saat akan hilang keberadaannya, banyak orang yang lebih memilih untuk memesan makanan secara cathering atau mengandalkan Wedding Organizer (WO)atau Event Organizer (EO). Menggunakan jasa WO atau EO memang lebih praktis, hanya tinggal menyiapkan budget dan memilih konsep yang sesuai dengan budget yang kita miliki, acara bisa dijalankan sesuai keinginan. Namun dalam tradisi mendarat banyak nilai-nilai yang begitu bermakna yang mungkin tidak akan kita temui jika kita menggunakan jasa WO atau EO ini. (kins)

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sobat Bangilan Bagi 100 Mukena Untuk Lansia

Ming Mar 7 , 2021
Pandemi yang berlangsung setahun lebih telah sukses menurunkan penghasilan dan produktifitas kita semua. Sehingga membeli mukena baru untuk digunakan beribadah menjadi hal yang tidak terlintas di benak nenek yg kami temui saat pembagian nasi jum’at lalu. Mungkin saja keinginan membeli mukena itu sudah terlintas, akan tetapi belum kesampaian, karena kebutuhan […]